Kamis, 05 Februari 2009

Abon Daging


Abon Daging

Bahan:
500 gr daging sapi (gandik)
2 sdt garam
300 ml minyak goreng
2 cm lengkuas, memarkan
2 lbr daun salam
2 btg serai, memarkan
1 sdm air jeruk nipis
3 sdm bawang merah goreng
1 sdm bawang putih goreng

Haluskan:
5 bh bawang merah
3 siung bawang putih
3 bh cabai merah, buang biji
4 btr kemiri
1/2 sdm ketumbar, sangrai
25 gr gula merah, sisir
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Rebus daging dengan 1 sdt garam sampai empuk, angkat, dinginkan.
2. Potong-potong daging sesuai serat, lalu pukul-pukul daging, dan suwir halus.
3. Goreng daging suwir dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai kering.
4. Panaskan 4 sdm minyak goreng, tumis bumbu halus bersama lengkuas, daun salam, dan serai, aduk sampai matang dan harum. Masukkan air jeruk nipis, aduk rata, matikan api.
5. Masukkan daging goreng, bawang merah dan bawang putih goreng, aduk sampai tercampur rata.

Untuk 400 gr


Selasa, 03 Februari 2009

Baby Walker - Kontra

Ada yang mengatakan bahwa penggunaan baby walker, selain tidak membantu anak menjadi lebih cepat berjalan, juga akan membahayakan buat si bayi itu sendiri. karena dengan menggunakan baby walker, bayinya bisa meluncur dengan cepat...sehingga kalau ada tangga, bisa jatuh dan berakibat fatal...hal ini sering terjadi di negara lain.

Selain itu si anak juga bisa menggunakan baby walkernya untuk meraih benda2 yg sebelumnya tidak terjangkau. Nah kalau diatas meja ada benda tajam atau panas kan berbahaya.

Karena lebih banyak potensi bahayanya daripada manfaatnya, penggunaan baby walker tidak dianjurkan. Malahan kalau tidak salah dibeberapa negara sudah tidak memperbolehkan penjualan baby walker.

Tapi menurut saya pribadi, itu tergantung dari kondisi rumah dan pemikiran/pendapat pribadi dari masing2 orang tua.  Saya sendiri menggunakan baby walker saat Kevin berusia 5bln.  Memang sepertinya baby walker tidak membantu Kevin menjadi lebih cepat berjalan, karena pada akhirnya dia baru bisa benar2 berjalan dengan baik pada usia 13bln.  Saya menggunakan baby walker itu sebagai kegiatan Kevin, karena disitu dia bisa mengekplorasi seisi rumah (mis : jalan2 ke dapur, ke teras rumah, dll sambil main di activity tablenya), tentunya dibawah pengawasan ketat (tidak dibiarkan dia jalan2 sendiri tanpa dilihat pengasuhnya), dan kami berusaha menghindarkan barang2 berbahaya dari jangkauannya.

Saya tidak mengatakan bahwa penggunaan baby walker itu baik atau tidak baik, karena semua kembali lagi pada pemikiran dan pendapat tiap2 orang.  Kalau menurut orang tua rumah mereka cukup aman bagi anaknya, mis tidak ada tangga, meja cukup tinggi sehingga si anak tidak bisa mengambil barang di atas meja, tidak adanya bathtub/genangan air di dalam kolam/baskom yang bisa menyebabkan anak tenggelam, dll, mungkin penggunaan baby walker masih bisa dipertimbangkan..

Nah, untuk informasi lengkapnya, silahkan baca artikel dibawah

http://www.aap.org/publiced/BR_Walkers.htm

ARTI WARNA PADA FESES BAYI

Kegiatan buang air besar seorang bayi kadang membuat kawatir sebagian oarang tua, khususnya pada warna, bentuk dan polanya. Sebelum kita menjadi cemas, pada kesempatan ini Bunda Radit mau berbagi tips yang Bunda Radit Sadur dari dr.Waldi Nurhamzah, Sp.A, tentang feses bayi.
(http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=45)

Umumnya warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning, coklet, hijau, merah dan putih/keabu-abuan. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi kita, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut.

KUNING
Warna Kuning dapat diindikasikan sebagai fases normal untuk bayi, apabila bayi mendapat ASI yang penuh, tanpa campuran susu formula, warna kuning dari fases yang dihasilkan lebih cerah dan cemerlang(didominasi warna kuning. Yang berarti sibayi mendapat ASI penuh dari foremik (ASI depan) dan hindmilk(ASI belakang).

HIJAU
Warna Hijau pada fases bayi masih dikategorikan normal, tapi warna ini tidak boleh terus-menerus muncul karena hal tersebut berarti cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, kasus tersebut tejadi kalau produksi ASI melimpah.dimana sibayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula & laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali & ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremik habis, padahal hidmik (ASI belakang) inilah yang membuat tinja menjadi kuning.

Sedikit tambahan info dari milis : kalau bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik).
Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau dan kuning, bergantian. "Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. Nah, ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus."
Sayangnya, disamping ASI, ibu juga kerap memberikan tambahan susu formula. Sebelum proses menyusunya mencapai hindmilk, anak sudah telanjur diberi susu formula hingga kenyang. Akibatnya, ia hanya mendapat ASI foremilk saja.
Waldi menyarankan, "Berikan ASI secara eksklusif. Perbaiki penatalaksanaan pemberiannya agar bayi bisa mendapat foremilk dan hindmilk." Kiatnya mudah; susui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya.



MERAH
Warna Merah pada fases bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertainya, darah tersebut bisa berasal dari tubuh bayi atau dari ibunya yang terisap pada saat proses persalinan,jika darah tersebut berasal dari ibunya, maka fasesnya akan ditemukan bercak hitam & berlangsung 1 s/d 2 hari. Apabila darah tersebut bukan berasal dari 2 hal tersebut kemungkinan lainnya bisa karena alergi susu formula atau penyumbatan pada usus & hal tersebut perlu penanganan cepat danh segera berkonsultasi pada dokter.

PUTIH/KEABU-ABUAN
Jika warna Putih/keabu-abuan pada kotoran bayi terjadi, maka hal tersebut harus segera diwaspadai. karena warna putih menunjukan gangguan yang cukup riskan yang mungkin disebabkan gangguan pada hatu/penyumbatan saluran empedu pada bayi. yang berarti cairan empedunya tidak dapat mewarnai tinjanya, yang berarti sibayi harus segera dibawa kedokter.

BENTUK FASES
Feses bayi di dua hari pertama setelah dilahirkan berbentuk aspal lembek setelah itu akan bergumpal seperti jeli, padat, berbiji & berupa cairan. Fases bayi yang diberi ASI ekslusif akan berbentuk pasta/kream, berbiji & cair seperti menceret

FREKUENSI BAB
Frekuensi BAB pada bayi berbeda-beda khususnya diminggu keempat & keliam yang pertama, dalam sehari bisa lima kali.bayi yang minum ASI ekslusif bisa gak BAB sampai empat hari bahkan sampai tujuh hari, jangan kawatir itu normal selama perkembangannya tidak terganggu.



Cara menghitung usia kehamilan

 Cara menghitung usia kehamilan

Dalam kasus kehamilan normal, kan usia kehamilan yang tepat untuk melahirkan adalah max 40W.  Nah perhitungannya itu dari mana ?  Ini info yang saya dapat dari milis yang saya ikuti :

Usia kehamilan dihitung dari HPHT (hari pertama haid terakhir), dengan rumus
B-3 , T+7 (Bulan-3 ,Tanggal+7).  Jadi kalau HPHT terakhir tgl 20 Sept, perkiraan tanggal kelahiran adalah : Sept-3 = Juni, 20+7 = 27, atau 27 Juni.

Tapi perhitungan ini lom tentu tepat anaknya bakal lahir pada tanggal itu, ini cuma tanggal perkiraan aja lho... Tanggal kelahiran masih bisa maju atau mundur...

California Omelet

California Omelet

3 – 4 eggs
1 avocado, sliced
1/4 c. milk
1/2 c. Monterrey jack cheese
2 – 3 green onions, diced
salt and pepper to taste

Beat the eggs with the milk and seasonings well. Pour into skillet and cook till lightly browned on one side and partially set on top. Sprinkle the avocado, onions and cheese on top and fold the omelet in ½ so the toppings are covered. Let cook about 10 minutes till everything is melded together. Serve.

By : Chris in NM

Senin, 02 Februari 2009

Wedang Ronde

Wedang Ronde


Bahan:
300 gram tepung ketan
200 gram gula pasir
2 batang serai
50 gram jahe
5 biji cengkeh
1000 cc air (untuk air jahe)
100 gram kacang goreng, ditumbuk

Cara Membuat:
Uleni tepung ketan dengan diberi air panas sedikit demi sedikit hinga menjadi adonan yang bisa dibentuk. Jika mau, bisa diberi pewarna. Bentuk bulat-bulat seperti biji kelereng.
Didihkan air dalam panci. Masukkan bulatan-bulatan ketan, masak sampai bulatan mengapung di atas air pertanda sudah matang. Angkat.
Rebus gula dengan serai, jahe, cengkih dan air hingga mendidih. Masukkan bulatan-bulatan ronde. Hidangkan dalam gelas atau mangkuk, taburi dengan bubuk kacang goreng.

Untuk 5-6 gelas

Wedang Kopi Kelapa Muda

Wedang Kopi Kelapa Muda

Bahan:
1 butir kelapa muda, dikeruk
1 liter santan dari 1/2 butir kelapa
6 sdm gula pasir
2 sdm kopi dilarutkan dalam sedikit air
2 potong jahe ± 5 cm, dikupas, dimemarkan
2 lembar daun pandan dipotong-potong

Cara Membuat:
Masaklah santan, jahe dan daun pandan jadi satu. Aduk perlahan agar santan tidak rusak
Setelah mendidih, masukkan kelapa serut. Masak terus hingga kuah mendidih lagi
Kemudian angkat, dan masukkan larutan kopi. Dan aduk lagi hingga merata, angkat
Wedang siap dihidangkan

Untuk 6 gelas

Wedang Kembang Tahu

Wedang Kembang Tahu


Bahan:
200 gr kembang tahu segar
150 gr gula jawa, sisir
150 gr gula pasir
150 ml air
3 cm kayu manis
3 buah cengkih
2 lembar daun pandan
2 lembar daun jeruk
jahe secukupnya

Cara Membuat:
Rebus kembang tahu sampai lunak. Angkat dan sisihkan
Rebus gula merah bersama gula pasir, air, daun pandan, kayu manis, cengkih dan daun jeruk dengan api kecil sampai gula larut. Angkat dan saring
Hidangkan kembang tahu dengan sirup gula merah

Untuk 6 gelas

Jika tidak ada kembang tahu segar dapat dipakai 175 gr kembang tahu lembaran yang kering. Rendam air dingin hingga mengembang. Tiriskan dan rebus hingga lunak

Wedang Jahe

Wedang Jahe

Bahan:
1 liter air
100 gr gula pasir
2 buah jahe, dimemarkan
1 lembar daun pandan wangi, dipotong-potong

Cara Membuat:
Semua bahan dicampur menjadi satu, kecuali air direbus sampai mendidih, masukkan bahan tersebut aduk sampai gulanya larut, dan pandannya menjadi layu, cicipi bila kurang manis tambahkan gula. Dihidangkan dalam keadaan hangat

Untuk 6 gelas

Bajigur

Bajigur

Bahan:
5 sdt kopi
¼ sdt garam
125 cc sirup gula jawa
750 cc santan dari ½ butir kelapa
1 bungkus vanili
150 gram buah atep (kolang-kaling), dicuci bersih dan diiris tipis memanjang, direbus hingga matang

Cara Membuat:
Campur kopi, garam, gula jawa dan santan, lalu aduk rata. Kemudian masak campuran ini sambil diaduk-aduk sampai mendidih dengan api sedang. Tambahkan vanili.
Masukkan irisan buah atep yang sudah lunak dan matang. Aduk rata. Angkat dan hidangkan panas-panas dalam cangkir/gelas dengan pisang rebus atau kacang rebus.