Rabu, 11 Februari 2009

Berkat Tuhan Menjadikan Kaya

Oleh: Sunanto

Ams 10:22 "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."

Tuhan tidak pernah menentang kita untuk menjadi kaya asalkan cara kita meraihnya itu benar.
Memang benar, Alkitab mengatakan cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan tetapi uang sendiri bersifat netral.
Uang dapat menjadi berkat atau kutuk tergantung dari ada di tangan siapa uang tersebut.
Kita semua yang hidup dalam iman Abraham merupakan keturunan Abraham yang dipanggil untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.
Jika kita tidak diberkati oleh Tuhan, bagaimana kita bisa menjadi berkat ?
Jika kita hidup dalam kekurangan, bagaimana kita bisa memberi kepada orang lain ?
Tujuan Tuhan memberkati kita bukanlah untuk kepuasan diri kita melainkan supaya kita menjadi berkat bagi orang lain.

Ditengah situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, banyak orang yang kuatir memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Harga-harga naik tetapi pendapatan tidak naik, sebaliknya malah ada yang menurun.
Serahkanlah semua kekuatiran tersebut kepada Tuhan maka Dia akan memelihara kita.
Janganlah kita kuatir dengan apa yang akan kita makan, minum dan pakai.
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.
Akan tetapi Bapa kita yang di sorga tahu, bahwa kita memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan.
Jika kita hidup menurut prinsip-prinsip dalam Kerajaan Allah maka pasti hidup kita akan diberkati.
Bukankah Dia telah berjanji bahwa orang benar tidak akan ditinggalkan dan anak cucunya tidak akan meminta-minta roti ?

Cara memiliki kekayaan yang diajarkan oleh dunia sangat berbeda dengan cara yang diajarkan oleh Alkitab.
Dunia mengajarkan manusia untuk mengandalkan kekuatan diri sendiri dan menggunakan segala cara untuk memperoleh kekayaan, kalau perlu dengan menjatuhkan orang lain.
Dunia memotivasi manusia untuk memiliki kekayaan dengan mengatakan bahwa kekayaan itu merupakan sumber kebahagiaan dan rasa aman bagi manusia.
Akan tetapi pada akhirnya kekayaan yang tidak diperoleh melalui cara Tuhan malah akan membuat manusia semakin menderita.
Celakalah manusia yang memiliki harta dan kekayaan tetapi tidak kaya dihadapan Tuhan.

Mzm 112:1-3 "Berbahagialah (blessed, diberkatilah) orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya."

Diberkatilah (blessed) orang yang takut akan Tuhan yang sangat suka kepada segala perintahNya.
Perhatikan, bukan uang atau kekayaan yang sangat disukai melainkan perintah Tuhan yang sangat disukai oleh orang takut akan Tuhan yang diberkati ini.
Inilah cara yang diajarkan oleh Alkitab untuk memperoleh kekayaan yang sejati yaitu dengan hidup takut akan Tuhan dan mencintai FirmanNya.
Tentu saja kita tetap harus tetap bekerja tetapi kita bekerja karena kita taat kepada Firman bukan karena ingin kaya.
Kekayaan itu hanya berupa bonus bukan tujuan yang kita ingin raih dalam hidup.
Kekayaan tidak boleh menjadi sumber kebahagiaan dan rasa aman kita sebab itu artinya kekayaan tersebut telah menjadi berhala.
Tuhanlah satu-satunya sumber yang harus menjadi sumber kebahagiaan dan rasa aman dalam hidup kita.
Satu-satunya tujuan Tuhan memberikan kita kekayaan adalah supaya kekayaan tersebut bisa digunakan untuk menjadi berkat.
Saudara dan saya telah dipanggil untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.
Aku akan memberkati engkau dan engkau akan menjadi berkat, olehmu semua kaum di muka bumi ini akan mendapat berkat !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar