Rabu, 11 Februari 2009

Sayangi hatimu dan perlakukan dia dengan penuh kasih

Suatu sore seorang teman bertanya:
kulitku hitam ya?
emang dulu putih?
gak sich...maksudku sekarang semakin hitam.
emangnya kalo makin hitam kenapa?
ini pertanda sakitku mulai datang lagi dan mungkin tidak bisa disembuhkan.
lho...sakit apa to?
aku kena hepatitis C.

batinku langsung berkata "Ya Allah, begitu berat beban yang kau pikulkan pada hambaMu ini, andai benar apa kata dia bahwa umurnya tidak akan panjang. Ijinkan aku untuk bisa membuatnya merasa bahagia diwaktu-waktu akhir hidupnya ini. Amin.

ya....hati atau lever terletak dibawah iga kita merupakan organ tubuh yang besarnya kira-kira sebesar bola sepak dengan bobot kurang lebih 2kg. Hati bersama ginjal memikul sama beratnya untuk urusan racun sehingga rentan terhadap efek samping obat-obatan yang dikonsumsi tubuh. Keduanya juga bisa ditransplantasi dengan separo/sebagaian saja. Bila ginjal bisa diganti 1 dari 2 yang ada, maka hati bisa diganti dengan seiris (ech..koq kaya irisan mangga saja ya), karena hati yang seiris ini dalam waktu 3 minggu sampai 1 bulan -tergantung kondisi tubuh- akan utuh kembali. Organ hati dan ginjal ini masih bertoleransi pada kerusakan organ sebagian saja, hanya kadang karena tidak diperhatikan, maka tiba-tiba ketahuannya langsung gagal ginjal, atau kena sirosis.Perlu juga diceramti adalah kegemukan, karena obesitas/kegemukan juga berpengaruh buruk pada hati.

Maka kedua organ ini perlu dicheck fungsinya, agar terhindar dari penyakit hati yang tidak diperlukan. Penyakit hati bisa berupa peradangan oleh virus dan amuba, pelemakan hati. Hati bisa juga rusak karena alkohol (biasanya berakhir dengan hepatitis), obat-obatan terutama antibiotik yang mengakibatkan gangguan hati yang disebut DILI (diosyncratic drug-induce liver injury) dan bahan-bahan kimia lainnya.

Tanpa hati, tubuh akan sulit menyaring racun tubuh. Jika makanan yang kita makan tercemar virus hepatitis, maka hati akan kena hepatitis. Seperti diberitakan beberapa saat lalu bahwa penduduk sekitar selokan mataram Yogya banyak mengidap hepatitis A. Ada lebih dari 7 jenis virus hepatitis. Hepatitis A, merupakan virus yang ringan, biasanya dengan membaiknya stamina virus akan hengkang dari tubuh dan tidak berkepanjangan, kalau jaman dulu, orang kena hepatitis A dikasih obat berupa pisang mas yang dimakan bersama kutu...hiiiii jorok...e..ee. .tapi manjur lho...perlu penelitian tuch untuk dukungan ilmiahnya...

Yang paling harus ditakuti adalah virus hepatitis B dan C, karena kedua virus ini bisa memperburuk kesehataan hati. Hepatitis C lebih berbahaya dari hepatitis B, karena belum ada vaksin pengebalnya seperti hepatitis B. Hanya sebagian kecil kasus hepatitis B dan C yang berkepanjangan dan berkembang menjadi parah. Kasus yang memburuk akan berkembang menjadi kanker atau sirosis.

Pengobatan hepatitis ini tidak murah. Dahlan Iskan menghabiskan tidak kurang dari Rp. 3 milyar rupiah untuk menyelamatkan hatinya dengan melakukan transplantasi hati di sebuah rumah sakit di negeri cina. Tetapi tidak selalu transplantasi mengatasi masalah ini, karena transplantasi yang dilakukan DR. Nurcholis Majid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Cak Nur gagal meski telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Pada saat hepatitis sudah menjadi sirosis maka tidak hanya kulit menghitam seperti yang dialami teman saya tersebut dan Dahlan Iskan, tetapi juga perut membuncit karena tumpukan cairan, kaki membengkak yang tidak segera kembali keposisi semula jika dipencet, payudara membesar seperti payudara gadis remaja dan kemudian mumntah darah. Semua ini akan menghilang seiring kesembuhan penyakitnya. Dahlan Iskan sebelum melakukan tranplantasi hati, pernah melakukan terapi dengan interveron (25 tahun sebelumnya). Waktu itu interveron yang harus disuntikkan 2hari sekali sebanyak 76 kali dengan tingkat keberhasilan 25%.

Sekarang terapi interveron sudah lebih murah, meski tetap tidak menjamin kesembuhan, hanya membuat virus tertidur. Interveron ini sebenarnya diproduksi oleh tubuh kita. Pada penderita hepatitis, kadar interveron dalam tubuhnya tidak cukup untuk membuat virus tertidur. Yoghurt dan jeruk nipis adalah dua dari beberapa bahan pangan yang mengandung interveron.

Hepatitis B dan hepatitis C ditularkan melalui hubungan seksual, selain melalui kontak air liur (hanya sedikit kasus), lewat jarum suntik, lewat jarum infus, jarum akupuntur, jarum tindik, alat tato, alat tajam untuk facial, manicure, padicure di salon, peralatan bedah diruang operasi, peralatan dokter gigi, pisau cukur atau gunting kuku yang dipake bersama dengan penderita hepatitis B dan Hepatitis C. Berganti-ganti pasangan seks berisiko tertular virus hepatitis B dan hepatitis C disamping HIV, kencing nanah dan siphilis.

Untuk mengetahui apakah terkena virus hepatitis harus dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium, meski ciri umum yang mudah dilihat adalah kulit menjadi kuning begitu juga warna putih mata menjadi kuning. Ukuran yang umum dipakai adalah kadar SGOT dan SGPT. Meski kadar SGOT dan SGPT tinggi, tidak selalu berarti karena hepatitis, kadang bisa juga karena kelelahan fisik. Untuk itu bisa dilakukan pemeriksaan lebih detail seperti USG, MRI, bahkan mungkin biopsi hati apabila ada indikasi kanker atau sirosis.
Workaholik rentang terkena penyakit hati, begitu juga orang yang kelewat memforsir atau "mendholimi" tubuh dengan bekerja tak kenal waktu. Menurut dr. Hendrawan Nadesul, cukup beristirahat dan tidur cukup (7-8 jam/hari) adalah salah satu cara/kiat penting merawat organ hati.

Ayo, kita perlakukan hati dengan penuh kasih. Apalagi kalau kita mau mengkonsumsi minuman tradisionil temulawak yang rasanya agak kepahit-pahitan ini berfungsi untuk melindungi hati dengan mengeluarkan racun tubuh. Anda doyan yoghurt? Teruskanlah minum susu asam ini, karena yoghurt meningkatkan interveron dalam tubuh. Kalau tidak suka rasanya yang asam anda bisa mencampurnya dengan buah yang anda sukai, tapi kalau anda suka rasanya, anda bisa mencoba gaya orang Arab makan yoghurt, yaitu dicolek dengan roti tawar...hhmmmmm. ..enak juga lho...Syukur- syukur kalau anda mau mengkonsumsi juga jeruk nipis, selain meningkatkan interveron, jeruk nipis juga mengandung kalsium dan juga vitamin C yang bisa untuk meningkatkan stamina tubuh. Selagi hati kita belum ngambek dengan segala perlakuan kita yang kurang memperhatikan kesehatannya, ayo kita perlakukan "hati" kita dengan penuh kasih.

Sumber : purwati (seorang teman di milis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar